Senin, 28 Juni 2021

PERTEMUAN 5 - ETIKA BISNIS

PENULISAN 4 - ETIKA BISNIS

 

Tak Konsisten

Suara alarm berdering begitu nyaring mengusik tidur nyenyak seorang Nathan. Dia enggan membuka mata namun akhirnya terpaksa ia buka.

“Oh Tuhan!” Nathan kaget melihat jam ternyata sekarang sudah pukul 7 pagi. Nathan langsung bergegas mandi dan tanpa sarapan ia berangkat kekantor. Sesampainya Nathan di kantor, Nathan telat mengikuti pertemuan pagi ini karena telah dimajukan lebih awal dari biasanya dengan alasan Bapak Direktur ada keperluan diluar kota.

“Permisi, Pak. Saya Boleh masuk?” Tanya Nathan izin kepada bapak direktur yang memimpin pertemuan.

”Silakan masuk, tapi maaf proyekmu digantikan oleh saudara Arkan.”

“Kenapa pak? Saya hanya telat 15 menit.”

“Maaf saudara Nathan ini bukan masalah lama atau tidaknya anda terlambat, namun ini tentang ke konsistenan anda dalam bekerja.” Jelas Bapak direktur  dengan tegas.

Langsung seketika Nathan hanya bisa terdiam dengan wajah pucatnya. Setelah pertemuan ini selesai Nathan berjalan gontai pergi menuju meja kerja miliknya.

“Ada apa Nath? Kok telat.”

“Memang salah saya, saya semalam bergadang nonton bola, sampai melupakan project penting yang sangat menguntungkan bagi saya.”

“Oalah harusnya kamu harus lebih mengurangi hobimu.” Sambung Meri sedikit memberi nasihat.

PERTEMUAN 4 - ETIKA BISNIS

PENULISAN 3 - ETIKA BISNIS

 

Scrub Gula Pasir

Di siang hari, Lia sedang ngobrol santai dengan Andes terlihat sangat asyik pembicaraan mereka. “Ndes, menurutmu Dion itu suka tipe perempuan yang seperti apa?”. “Em, apa ya? Kalau aku terawang Dion sukanya perempuan santai yang gak banyak ulah. Ujar Andes. “Jadi gak suka cewe ginju?” Tanya Lia. “Maybe yes maybe no.” “Menurut kamu apa yang bisa menggantikan lipstik?”. “Coba kamu pake scrub gula pasir.”“Oya?”. ”Nanti malam ku coba demi sang pujaan hati adinda. Hahaha.” “Kan seminggu lagi ada bazar dikampus siapa tau ketemu Dion, scruban aja terus kamu tiap malam.” “Bener, harus tampil maksimal.” Tukas Lia mengiyakan. Beberapa hari sudah lewat. Di hari sebelum acara, Lia tampil seperti saran Andes, Andes kaget melihatnya. “Ada apa dengan bibir kamu Lia? Kenapa sangat merah ? Berapa kilo gula yang kamu gunakan  ? Ujar Andes menahan tawa. “Ini gigitan semut tiap malam tauu, perjuangan gara gara scrub fula pasir.” Jawab Lia.“Oh My Good”. Teriak Andes tertawa terpingkal-pingkal.

PERTEMUAN 3 - ETIKA BISNIS

PENULISAN 2 - ETIKA BISNIS

 

Lomba Menari

Ani anak yang pandai selain pandai ia juga suka menari, di sekolah ada ekstrakulikuler menari, tentu Ani salah satu anggotanya. Hari ini, sepulang sekolah Ani ada latihan menari dengan ke tiga temannya untuk persiapan lomba lusa.

Kringgg… Bunyi bel pulang sekolah berdering semua anak keluar dari kelas untuk pulang kerumah masing masing, hanya beberapa anak yang masih disekolah untuk beberapa kegiatan. Diruang seni ada Ani, Rida, Cahya dan Mela mereka berempat yang terpilih mewakili sekolah untuk lomba menari lusa.

“Da kamu sudah handle semua persiapan buat lusa kan?” tanya Ani pada Rida

“Jangan khawatir Ani, tanteku bersedia untuk makeup kita” jawab Rida

“Kalau begitu ayo kita latihan” ajak Cahya yang disetujui oleh teman temannya. Sudah satu bulan terakhir mereka selalu berlatih dengan bersungguh sungguh untuk mengharumkan nama sekolah.

Hari ini adalah hari perlombaan dimulai, pukul 9 acara dimulai 15 menit lagi acara dimulai mereka masih dijalan karena terjebak macet. Benar ini membuat mereka semua khawatir mereka akan telat namun mereka tidak ingin di DO, jika mereka di DO berarti sia sia persiapan mereka selama ini.

Setelah bergelut dengan kemacetan akhirnya mereka sampai pada tujuan. Mereka telah telat 30 menit. Dan ini membuat mereka semua was was. Ketika mereka sampai diruangan lomba hanya tinggal beberapa peserta yang belum tampil, mereka masih mendapat kesempatan untuk tampil walau urutan terakhir. Mereka bersyukur tidak di DO. Tiba giliran mereka tampil mereka memberikan penampilan terbaik yang mereka miliki dan itu semua tidak sia sia pada sesi pengumuman pemenang mereka mendapat juara pertama.

Dari sini dapat kita simpulkan sesuatu yang kita lakukan dengan sungguh sungguh dan ikhlas akan membawa kita pada hasil yang memuaskan.

PERTEMUAN 2 - ETIKA BISNIS