Senin, 28 Juni 2021

PENULISAN 9 - ETIKA BISNIS

 

Anak Bermalasan

Minggu adalah hari libur yang ditunggu kaum rebahan, malas beraktivitas. Ada yang hanya ingin rebahan dirumah menghilangkan penat selama satu minggu beraktivitas dan ada pula yang berencana akan berlibur. Banu memilih opsi pertama, Banu memilih bersantai rebahan dirumah, dan parahnya Banu aka selalu merasa kurang dengan liburnya.

“Banu bangun sudah siang, nanti kamu terlambat.” Tanya ibunya.

“Bu Banu masih capek, banu bolos sehari ya.” Banu memelas pada ibunya.

“ Jangan begitu, bayaran sekolahmu mahal jangan menyepelekan menuntut ilmu” Jawab ibunya menyanggah.

“Sehari saja bu, Banu tidur lagi.”

Melihat kelakuan Banu Ibunya geram, hingga ibunya mengajak Banu melihat anak keterbelakangan di suatu panti asuhan.

“Nah sekarang coba kamu buka mata kamu, mereka ingin sekolah sepertimu, namun tidak ada orang tua yang akan membiayai mereka bersekolah” Jelas ibunya, mereka masih di dalam mobil.

Dengan kejadian itu Banu tersadar dan mau berangkat sekolah walau terlambat. Diperjalanan menuju sekolah Banu melihat seorang anak yang pincang berseragam sekolah sama dengan nya, dalam hati Banu berkata, aku bersyukur masih punya fisik yang sempurna untuk bisa menuntut ilmu.

PERTEMUAN 9 - ETIKA BISNIS

PENULISAN 8 - ETIKA BISNIS

 

Mari Bersedekah

“Bu, Hari ini hanya ini yang bisa bapak kasih bu, barang dagangan sedikit lakunya.” Memberikan uang belanja kebutuhan rumah tangga kepada istrinya.

“Iya pak, setidaknya bapak telah berusaha, hari ini cukup rezeki dari Allah untuk kita makan.”

Besoknya sang suami berangkat lagi kepasar untuk berjualan, di tengah jalan suami ini bertemu nenek yang sedang kebingungan.

“Ada apa nek, apa ada yang bisa saya bantu?” Tanya pak Bejo.“Nak, tolong, boleh saya minta uang kamu saya tidak ada ongkos untuk pulang.” Pinta nenek.

“Uang mepet, makan susah, tapi tidak apa kasian nenek ini.” Gumam Pak Bejo dalam hati.

“Saya hanya punya ini nek, apa cukup untuk nenek pulang  ? mari sekalian saya antar keterminal” ujar Pak Bejo

“Terima kasih nak,  ini cukup. Semoga reZekimu selalu di lancarkan oleh yang maha kuasa.”

“Aamiin, Nek”.

Setalah mengantar nenek tadi, pak Bejo kembali berjualan, dan hari ini dagangannya banyak terjual.

“Alhamdulillah rezeki tak kemana, tuhan maha adil.” Syukur pak Bejo.

 

PERTEMUAN 8 - ETIKA BISNIS

PENULISAN 7 - ETIKA BISNIS

 

Jual Mahal

“Repan, tadi ada Anisa nanyain kamu, si Anisa anaknya bos kayu itu.” Sambung Dodi pada Repan agak ngejek. Repan hanya diam enggan menanggapi celotelahan Dodi yang menurutnya tidak penting.

“Ada apa denganmu Repan? Kamu terlihat seperti orang sedang gudah gulana.”

“Coba kamu baca, kamu paham puisi ini?” Sambil menyodorkan naskah puisi yang akan dimusikalisasi minggu depan.

“Ini karya Anisa ya? Jutek jutek boleh juga, Kamu masih memikirkannya?”

Repan hanya mengangguk.

Tanpa di kata kasih tetaplah kasih, Irismu indah, aku pengagumnya

Aku selalu takjub dengan pandangmu Namun pandangmu malam tadi membuatku pilu. Pandang mu tak lagi indah, apa ini pertanda? Kasihmu untukku telah kau hilangkan? Aku enggan kamu pergi. Aku sering ingin menyerah, namun irismu mengatakan jangan, Namun dengan irismu semalam aku tahu akau menyimpulkan irismu tak lagi untuk ku. Akan sulit tapi aku ikhlas, Berbahagialah sayangku.

“Aku yakin ini adalah pesan darI Anisa untukku. Aku yakin dia tahu, dengan lirik ini dia memintaku mundur?” tanya Repan pada Dodi yang membaca naskah itu. “Entahlah, aku bingung kenapa kamu jatuh kepada si jutek itu.” “Dia itu berbeda. Dia itu unik, dia tidak suka mengumbar rasa. Aku heran aku pernah dikecewakannya kenapa aku masih bertahan?” Jelas Repan. “Kalian hanya butuh hilangkan egois.” Sahut Dodi. Setelah beberapa hari terlewati Repan tak tahan ia ingin berbicara dengan Anisa. “Ada apa Repan?” Tanya Anisa singkat. “Em, em, aku ingin berbicara dengan kamu” Sambung Repan grogi .“Maaf, Pan, aku ada ujian 5 menit lagi. Besok saja ya?” Sambung Anisa meninggalkan Repan sendiri. “Aku sangat mencintaimu Anisa.” Teriak Repan. Anisa hanya memberhentikan langkahnya tidak menoleh, dan tidak menjawab selanjutnya ia kembali melangkah. Menurut Repan itu jawaban Anisa tidak lagi memiliki rasa yang sama. Orang tua Repan ada di kost  “Tadi ada seorang perempuan yang menitipkan surat nak, dia terlihat anak baik, sepertinya penting.” Kata ayahnya. Repan mendengarkan kata-kata dari ayahnya dengan pilu tak ada semangat. “Ya sudah nanti Repan baca.” jelas Repan kemudian meninggalkan ruangan keluarga mini itu. “Namanya Anisa.” Sahut ibunya. Mendengar nama itu hatinnya langsung bergejolak, senang sekali rasanya, Cepat Repan ingin membaca suratnya.“Benar itu, Bu?”. “Iya benar Repan.”Dibaca surat itu ternyata Anisa memintanya menemui kedua orang tuanya jika Repan serius, Repan tersenyum bahagia.

PERTEMUAN 7 - ETIKA BISNIS

PENULISAN 5 - ETIKA BISNIS

 

Akibat Tidak Disiplin

Roni seorang karyawan di salah satu PT swasta, ia termasuk karyawan yang pintar namun ia kurang disiplin sering terlambat dan menyepelekan tugas yang dipercayakan kepadanya.

Suatu hari Roni ditugaskan mengerjakan proyek diluar kota, karena dirumah ia tidak pernah bisa bangun jika tidak dibangun oleh ibunya, diluar kota ia tidak bisa bangun sendiri, hal ini bukan hanya menyebabkan ia telat bekerja namun juga kehilangan proyek berharga perusahaan tempat ia bekerja.

Keesokan harinya setelah ia kembali ke ibu kota dan masuk kantor, ia dipanggil atasannya.

“Apa yang kamu lakukan Roni kenapa kamu tidak menghadiri pertemuan itu” tanya atasan Roni.

“Saya tidak bisa bangun pagi jika tidak dibangunkan ibu saya pak” jujur Roni.

“Saya kecewa kamu menyepelkan tugas dari saya dan merusak kepercayaan saya, kesalahanmu fatal namun karena kamu telah banyak membantu perusahaan saya, saya tidak akan memecat kamu namun maaf kamu harus turun jabatan” tegas atasan Roni